Kamis, Desember 31, 2015

SEMANIS NASTAR NANAS

Jumat, 25 Desember 2015.
Merry Christmas universe!
Ini adalah Natal keduaku tanpa keluarga. Aku baru saja pulang dari gereja dan sedang duduk bersandar di sofa ruang tamuku yang sempit. Solo terasa sangat panas hari ini. Kunaikkan suhu pendingin  udara dan kututup pintu rapat-rapat. Tidak akan ada tamu yang datang untuk mengunjungiku, lagian siapa yang akan natalan, teman-temanku sudah pulang ke daerah masing-masing untuk merayakan Natal bersama keluarga. 
Tahun lalu cutiku kuhabiskan untuk pergi ke Macau, menemani Mas Uki meliput Macau International Fireworks yang berlangsung dari bulan September sampai Oktober. Dua minggu kami habiskan di sana sehingga tidak ada jatah untuk pulang ke Pontianak ketika Natal. Tahun ini aku tidak bisa pulang karena tuntutan pekerjaan. Besok aku dan beberapa teman dari kantor jurnalis tempatku bekerja akan berangkat ke Aceh, kami akan mendatangi desa Lamjame yang terletak di Kecamatan Jaya Baru, meliput keadaan di sana untuk mengenang sebelas tahun tragedi tsunami yang pernah memporakporandakan kampung nelayan itu.
Pengalaman Natal tahun lalu sudah membuatku mengerti betapa tidak berartinya sebuah perayaan jika hanya dirayakan seorang diri, karena perayaan adalah kemeriahan yang harus dibagikan, tidak akan bermakna jika hanya dilalui sendirian. Hari ini pun aku kembali merayakan sepi di tengah meriahnya Natal. Mungkin bagi mama dan papa, bingkisan Natal yang kutitip melalui seorang teman yang pulang ke Pontianak sudah cukup mewakili kehadiranku di tengah-tengah mereka. Sejak tadi malam tidak satu pun dari mereka yang menghubungiku. Seringkali kebahagaiaan membuat kita melupakan orang lain, aku agak melankolis karena merasa tidak ada yang mencariku. Panggilanku tidak diangkat, pesanku hanya dibaca. Papa hanya mengirimiku foto selfienya bersama empat keponakanku di depan pohon Natal tanpa pesan apa-apa, membuatku cemberut dan ingin tidur saja.
Mas Uki adalah satu-satunya orang yang menelponku tadi malam, mengingatkan agar aku tidak lupa makan sebelum pergi ke gereja untuk misa malam Natal. Mama yang biasanya mendongengiku dengan omelannya setiap malam bahkan lupa untuk sekedar menulis ucapan selamat Natal buat putri bungsunya ini.
Aku mewek. Dari sini dapat kurasakan hangatnya suasana Natal di kampung halaman. Ruang tamu yang ceria oleh warna merah dan putih dihiasi gua Natal lengkap dengan pohonnya, aroma cookies yang memenuhi ruangan sekalipun toples sudah tertutup rapat. Aku bisa melihat nastar nanas berukuran besar kecil tak beraturan buatan mama diletakkan ditoples bening ukuran sedang. Kue kering kesukaanku. Suara tawa yang tak asing dari mereka terdengar sangat dekat. Aku dapat melihat mereka berjabat tangan dan berpelukan, salam dan pelukan yang menggerahkan tapi meghangatkan hati. Riuh dan sesak di ruang tamu. Natal membuat meja makan terasa sangat kecil ketika semua keluarga makan bersama. Ramai, sangat ramai.
Rumah tidak pernah sepi karena selalu ada kerabat yang datang, obrolan hangat dan canda tawa yang membuat suasana kekeluargaan terasa sangat kental. Foto-foto bersama dengan berbagai pose, reuni mendadak bersama teman-teman semasa sekolah yang sudah lama tidak pernah bersua. Suasana Natal seperti itu tidak akan ada di sini, aku tidak akan merasakannya.
Satu-satunya dekorasi Natalku adalah pohon Natal ukuran sedang yang mas Uki belikan dan letakkan di sudut ruangan. Tidak ada hiasan lainnya. Kuangkat kakiku ke atas meja yang kosong, aku sudah sangat malas untuk berbuat apa-apa. Di rumah biasanya ada tiga meja berisi kue dan minuman yang diletakkan di bagian berbeda untuk para tamu. Di sini hanya ada satu meja dan yang mengisinya hanya sekotak tisu dan kakiku yang kubujurkan di sana. 
Keluarga adalah hal yang paling kurindukan saat ini. Bersama mereka Natal menjadi sangat meriah.
Beberapa saat berlalu, aku mendengar sebuah ketukan. Pasti Mas Uki, kami ada janji makan siang bersama. Aku bergegas bangkit menuju pintu, kubuka perlahan dan aku melihat sosoknya yang tinggi kurus berdiri di depan pintu membawa sebuah bingkisan di tangan kanannya. Senyumnya sangat lebar menampakkan giginya yang bergingsul.
Dia mengenakan kemeja merah maron berlengan panjang dengan topi santa Claus di kepalanya, padahal aku tidak bilang bahwa aku mengenakan dress berwarna merah, aku juga belum mengiriminya foto hari ini. Brewoknya yang tumbuh lebat sama sekali tidak membuatnya mirip tokoh gendut berjanggut pembawa hadiah yang berkendara dengan kereta terbang itu. Aku tertawa melihatnya.
"Masuk mas" kubuka pintu agak lebar dan mempersilahkannya masuk. Dia segera meletakkan bingkisan yang dibawanya di atas meja.
"Merry Christmas my little Sharon" direntangkannya tangannya selebar mungkin untuk memelukku. 
"Thankyou mamas Ukiku, Mas bawa apaan ?" aku melepaskan pelukannya yang membuatku gerah. 
"Cookies kesukaan kamu"
Buru-buru kubuka bungkusan plastik putih itu, satu toples nastar nanas dan kartu ucapan selamat Natal ada di dalamnya. Sesaat perasaan sedihku hilang. Aku hanya tersenyum membaca tulisan di kartu ucapan yang ditulisnya sendiri. Kubuka toples itu dan segera melumat satu buah nastar nanas. Kuberikan satu untuknya dan dia selalu jahil, digigitnya jariku yang sudah kuwarnai kukunya dengan warna merah.
Rasa nastarnya memang tidak seperti nastar buatan mama, tapi setidaknya ini manis, tambah manis karena mas Uki ada di sini. 
"Maaf ya tidak menjemput ke gereja, tadi ibadah dulu ke mesjid" 
Aku mengangguk sambil tetap mengunyah nastar di mulutku. Mas Uki berdiri dan menuju dapur, lalu kembali dengan dua gelas air dingin di tangannya. Diletakkannya gelas itu di meja. Langsung saja kuteguk karena kehausan. Dia geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Seringkali dia protes karena aku selalu terburu-buru ketika melakukan sesuatu, seperti tidak paham saja, wartawan mana ada yang kemayu. 
Penampilanku hari ini memang agak manis, jarang sekali aku mengenakan mini dress seperti ini. Apa lagi rambut diblow, setiap hari aku pergi bekerja dengan rambut dikuncir. Hari ini aku juga memoleskan kutek merah di jariku. Kemarin bahkan aku sempat bingung akan mengenakan dress putih atau merah hari ini, entah mengapa tadi pagi aku bangun dan langsung memikirkan dress merah yang kukenakan saat ini, lalu Mas Uki datang dengan kemeja yang warnanya tidak jauh berbeda.
"Kalau sudah, kita berangkat sekarang" dia memperhatikanku yang sudah duduk bersandar di sofa. Aku mengangguk dan berdiri. 
Sebelum menutup pintu Mas Uki berbalik ke ruang tamu dan mengambil toples nastar yang dibawanya tadi. Aku keheranan. lalu disodorkannya padaku dan kuterima saja. "makan di mobil" katanya cepat sambil mengunci pintu.
Aku tertawa dalam hati.
Di dalam mobil aku duduk nyaman sambil memangku setoples nastar nanas, sedari tadi mulutku tidak berhenti mengunyah. Lagu The First Noel mengalun lembut, menghantarkan kami berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing. Aku masih cemburu pada Natal di Pontianak, tapi juga pikiranku melayang pada pertemuan kami tiga tahun yang lalu. Siapa sangka, sampai hari ini dia masih jadi orang yang berada di sisiku.
"Sayang.." suaranya memecahkan hening yang hangat di antara kami. Aku meliriknya yang tetap fokus menyetir. "Kamu mau hadiah Natal apa ?" aku menatapnya dalam-dalam, tapi dia tetap melihat lurus ke depan. Aku lama tak menjawab, laju kendaraan agak lambat dan dia memandangku. "Hmm ?" tanyanya dengan gumaman.
"All I want for christmas is You, mas" aku mengucapkan kalimat itu dengan hati yang sangat tulus dan perasaan yang sangat tenang. Aku bahagia. Dia tersenyum lalu mengelus rambutku dengan lembut. "I love You Sharon" aku tidak membalas kalimat itu, tanpa kukatakan pun dia telah tahu bahawa aku sama sepertinya. 
Hari ini Natalku manis, semanis nastar nanas dari mas Uki. 
Kulayangkan pandanganku ke luar, menjelajahi apa saja yang kami lewati, lalu mataku terpaku pada sebuah mesjid, aku memandang bangunan itu lama tapi mas Uki mempercepat laju kendaraan. Kami berlalu.
Terimakasih telah memilihku mas, meski kita berbeda. 
***
This entry was posted in

Senin, Desember 14, 2015

NOVEL MENYENTUH TENTANG PERCINTAAN REMAJA, WHITE AS MILK RED AS BLOOD


Judul : White As Milk Red As Blood
Penulis : Alessandro D'Avenia
Penerbit: Bhuana Sastra

Novel ini mengisahkan tentang seorang remaja lelaki berusia 16 tahun bernama Leo.
Leo adalah seorang siswa yang sangat malas sekolah, dia benci sekolah dan guru-gurunya. Dibandingkan pergi ke sekolah, Leo lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mendengarkan lagu atau balap motor bersama temannya, Niko. Dia juga memiliki seorang sahabat bernama Sylvia. 
Leo sangat membnci warna putih, tiap kali membayangkan warna putih dia selalu merasa tidak nyaman. Tidak seperti remaja lainnya yang punya banyak impian, satu-satunya impian Leo adalah Beatrice - si gadis berambut merah.
Dia jatuh cinta pada warna merah dari rambut Beatrice, warna merah itu adalah semangatnya. Salah satu alasannya untuk datang ke sekolah adalah untuk melihat Beatrice. Beatrice adalah mimpinya, benr-benar mimpinya karena dia hanya berani mengaguminya dari kejauhan, tidak pernah mendekat. Tapi mimpi itu hancur saat dia mengetahui bahwa Beatrice mengidap leukemia.
Penulis buku ini menuliskan cerita tentang Leo dan Betarice dengan rangkaian kata yang indah, sangat menyentuh hati.
Melalui tokoh Leo, aku yang muak dengan sekolah merasa sangat terwakili. Semua yang dirasakan Leo adalah yang juga kurasakan ketika aku sudah sangat jenuh dengan rutinitas di sekolah. Sementara melalui tokoh Betarice, penulis berhasil membuatku merenung, dan tersadar betapa banyaknya waktu yang kubuang dengan percuma selama ini. Penulis berhasil menjelaskan betapa berartinya waktu dalam kehidupan kita, betapa indahnya menjalani sesuatu dengan berserah dan bersyukur.
Aku sangat suka novel ini, salah satu novel yang berhasil menyentuh hatiku. Bukan hanya berbicara tentang cinta, tapi juga persahabatan antara Leo dan Sylvia, lalu konflik antar remaja lelaki yang dikisahkan melalui tokoh Niko. 
Banyak novel yang mengisahkan percintaan remaja, tapi sangat sedikit yang berhasil menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kisah tersebut. Menurutku novel ini sangat tepat dibaca oleh para remaja yang baru memasuki dunia percintaan, atau mereka yang merasa muak dengan cinta.
Cinta itu luas, cinta itu berubah, cinta itu kadang pasang kadang surut, cinta itu bergejolak.

Novel ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin membaca tapi terlanjur malas karena muak dengan kalimat-kalimat payah yang sering ditemukan dalam novel-novel cinta, karena biasanya (berdasarkan pengalaman penulis) pengarang yang menulis novel tentang cinta seringkali menggunakan kalimat-kalimat puitis yang menggelikan. Di novel ini Alessandro menulis ceritanya dengan bahasa yang sederhana, bahkan indah. Mudah dimengerti dan membekas. Tidak terkesan puitis dan melankolis.

Di bawah ini adalah kutipan-kutipan menarik yang terdapat dalam novel Bianca Come Il Latte, Rossa Come Il Sangue.
  • "Aku memilih sendiri teman-temanku. Inilah indahnya pertemanan, sebab kaulah yang memilih mereka dan kau merasa nyaman dengan mereka sebab kau memilih sendiri sesuai keinginanmu."
  • "Guru pengganti memang identik dengan kesialan terbesar di seluruh jagat raya. Pertama : menjadi guru saja sudah merupakan kesialan, apalagi guru pengganti. Kedua : sebab dia hanya cadadangan saja. Hidup macam apa itu, bekerja hanya untuk menggantikan seseorang yang sedang sakit ?"
  • "Kita berbeda dari binatang yang hanya melakukan hal-hal yang disuruhkan alam saja. sebaliknya, kita bebas. Inilah karunia terbesar yang sudah kita terima. Berkat kebebasan ini, kita bisa menjadi seseorang yang berbeda dari diri kita sekarang. 
  • "Kebebasan memampukan kita untuk bermimpi, dan mimpi adalah denyut kehidupan kita, meskipun seringkali membutuhkan perjalanan panjang dan beberapa pukulan."
  • "Kasih yang kuterima. Kasih selalu merupkan utang, dan karena itulah warnanya merah."
  • "Semua hal yang tak kupunyai. Kasih selalu merupakan piutang yang tak akan pernah ibayar lunas."
  • "Malam hari adalah tempat bersarangnya kata-kata."
  • "Mencintai adalah kata kerja, bukan kata benda. Bukan sesuatu yang diciptakan sekali untuk selamanya, tetapi berevolusi, tumbuh, naik, turun, tenggelam.."
  • "Tetaplah mencintai. Kau selalu bisa melakukannya. Mencintai adalah suatu tindakan."
  • "Ada dua kategori orang yang melukai kita, mereka yang membenci kita dan mereka yang mencintai kita."
  • "Kau baru boleh khawatir saat seseorang yang mencintaimu tidak lagi melukaimu, sebab itu artinya dia sudah berhenti mencoba dan kau sudah berhenti peduli."
***

Sabtu, Oktober 10, 2015

DERAWAN THE HIDDEN PARADISE



Pulau Derawan merupakan sebuah pulau yang terletak di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sebuah pulau dengan sejumlah objek wisata bahari yang sangat menawan. Nama pulau ini semakin tidak asing bagi para penyuka wisata bawah laut sejak tahun 2012, saat itu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadikan pulau Derawan sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Sebelumnya pulau ini hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal yang kebanyakan berasal dari Tarakan dan Samarinda. Tapi saat ini pulau Derawan tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal melainkan mancanegara. 


Pulau Derawan menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa. Diving spot yang terdapat di pulau ini sangat menakjubkan, terdapat beragam biota laut dan terumbu karang yang masih alami.
Ini adalah surga bagi para penyelam.
Jika ingin berkunjung ke Pulau Derawan ada beberapa rute yang bisa menjadi pilihan, pertama kita dapat langsung menuju Kabupaten Berau kemudian melanjutkan perjalanan ke Derawan, jalur kedua apabila dari Jakarta kita harus menuju Balikpapan kemudian ke Tarakan dan dari Tarakan kita menggunakan boat menuju Derawan.


Perjalanan menggunakan boat dari Tarakan ke Pulau Derawan memakan waktu sekitar tiga jam. Karena menggunakan boat sebaiknya perjalanan dilakukan ketika gelombang laut tidak terlalu tinggi.
Sampai di tujuan semua perasaan lelah akan terbayar ketika melihat keindahan pulau ini. Airnya sangat jernih, pasir putih terhampar luas di sepanjang pantai.

 
Pulau Derawan juga terkenal dengan penyunya. Kita akan menjumpai anak-anak penyu di bibir pantai, mereka tidak lari sama sekali ketika didekati. Kita bisa menyaksikan matahari terbenam ditemani penyu, ketika malam tiba kita akan menyaksikan langit luas yang bertaburan bintang. Sebuah pemandangan langit malam yang tidak akan pernah kita temui di kota.


Hal menakjubkan lainnya dari pulau ini adalah, di sekitar Derawan terdapat beberapa pulau lainnya. Yaitu pulau Sangalaki, Kakaban, Maratua, dan Simama. Kelima pulau ini saling berhubungan. Derawan berarti anak perawan, Sangalaki berarti sang suami, Kakaban artinya sang kakak, Maratua adalah mertua dan Simama berarti sang mama. 

Pulau-pulau ini dipisahkan oleh jarak yang tidak terlalu jauh. Dan inilah yang menjadi pesona lain dari Pulau Derawan. Pada pulau Kakaban terdapat sebuah danau yang dinamai Danau Kakaban. Danau ini merupakan salah satu dari dua danau purba yang berisi ubur-ubur tak menyengat yang terdapat di dunia. Danau lainnya yang seperti ini terdapat di Republik Palau. 
Masing-masing pulau menawarkan keindahannya sendiri.

Pulau Derawan masih sangat alami, pemerintah daerah memang tidak menganjurkan adanya pembangunan yang memanfaatkan teknologi secara berlebihan.
Jika kalian adalah penyuka wisata bahari, mencintai pantai dan senja, maka Pulau Derawan harus kalian kunjungi.



(Tulisan di atas merupakan cerita perjalanan temanku Theofilus Irwan)

Minggu, September 27, 2015

EASY COME EASY GO


Easy come easy go. Sebenarnya maksud kalimat itu adalah rajin-rajinlah mencuci baju. Hahaha bukan bukan.
Jadi begini..
Yang mudah datang mudah pula pergi. Biasanya kita harus berkali-kali mengalami kehilangan dan merasakan  patah hati supaya mengerti kalimat ini. Supaya kita menyadari bahwa sebuah hubungan baik tidak akan terjalin tanpa waktu yang lama. 
Kenapa begitu ? karena orang yang datang tiba-tiba kemudian langsung menjadi kekasih kita, akan meninggalkan kita dengan mudah pula. Karena mereka tidak mengenal kita dengan cukup baik. Sebenarnya ini tentang waktu. Waktu tidak akan membuat semuanya menjadi tiba-tiba, karena waktu mengajarkan sebuah proses.
Waktu menunjukkan banyak hal. Waktu menunjukkan kepribadian seseorang, waktu pula yang menunjukkan kesetiaan seseorang, kesungguhan dan keseriusannya. 
Waktu yang menyediakan kesempatan supaya kita mengenal seseorang, menemukan kecocokan dan akhirnya merasa bahwa tidak ada yang bisa memisahkan selain waktu itu sendiri.
Waktu mengajarkan kita untuk menjadi gigih dan keras kepala dalam mempertahankan sesuatu, tapi kadang waktu memang kita butuhkan untuk mengikhlaskan sesuatu dan melupakan seseorang. 
Waktu tidak pernah membuat kita tiba-tiba memacari seseorang kemudian bisa dengan mudah memutuskannya.
Di bawah ini ada sebuah cerita yang membuatku benar-benar mengerti kalimat easy come easy go.

Ada seorang gadis yang telah bertahun-tahun kosong hatinya, dia adalah gadis keras kepala yang sangat idealis. Suatu hari dia berkenalan dengan seorang lelaki asing. Perkenalan mereka berlanjut dengan obrolan-obrolan manis lainnya. Sampai akhirnya gadis itu merasa bahwa lelaki itu mempunyai tujuan yang sama dengannya. Lelaki itu dengan segala keasingannya telah memberikannya sebuah dunia baru yang belum pernah dimasukinya, sebuah dunia yang membuatnya bahagia dan mampu melupakan masalah-masalah hidupnya. Kehadiran lelaki itu seperti sebuah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkannya pada Tuhan selama ini. Gadis itu mulai merasa bahwa dia jatuh cinta pada lelaki asing itu. Sampai suatu hari lelaki gtepat dua minggu mereka berkenalan, lelaki itu memintanya untuk menjadi kekasihnya, tentu saja dia menerimanya.
Merekapun menjalani hubungan berpacaran, bukan sebagai teman. Tentu saja ada bebrapa hal yang berubah sejak mereka berpacaran, ada sebuah status yang mengikat mereka, ada sebuah ikatan yang harus mereka jaga, kemudian ada orang-orang di sekitar pasangan masing-masing yang mau tidak mau harus mereka kenali juga.
Lelaki itu mempunyai seorang sahabat perempuan yang sudah dikenalnya bertahun-tahun, dia sudah mengenal sahabtnya seperti dia mengenal adik perempuannya. Mereka selalu berdampingan, tolong menolong, saling menyaksikan kejadian demi kejadian yang mereka alami, saling menguatkan ketika salah satunya jatuh, saling mendukung ketika patah semangat, saling menghibur ketika kecewa, bahkan mereka berbagi pelukan ketika salah satunya patah hati. Mereka adalah sahabat.
Gadis keras kepala itu seringkali cemburu ketika menyadari bahwa kekasihnya lebih mengenali perempuan lain dari pada dirinya. Dia cemburu, tapi tidak pernah mengungkapkannya pada kekasihnya karena dia tahu bahwa mereka hanya bersahabat, tapi dia cemburu, dan dia tahu bahwa dia tidak boleh mengungkapkannya.
Gadis keras kepala yang sangat keras, dia meredam semua kesedihannya, tapi tidak mampu meredam kemarahannya, dia menjadi seperti seorang gadis yang agresif, seperti sering marah tanpa alasan yang jelas, padahal sebenarnya jelas, dia marah karena cemburu. Tapi kekasihnya tidak pernah meyadari kecemburuannya karena kekasihnya tidak mengenalnya dengan baik.
Sampai suatu ketika, karena kejadian yang membuatnya merasa sudah tidak tahan lagi, gadis itu mengungkapkan kecemburuannya selama ini. Dia merasa tidak mampu lagi melanjutkan hubungan itu dan dia ingin mereka mengakhirinya.
Lelaki itu datang padanya, dia memohon agar gadis itu memaafkannya, dia tidak ingin berpisah. 
Kemudian mereka kembali bersama. Kembali bersama karena gadis itu terlalu lemah hatinya.
Mereka menjalani hubungan mereka kembali sebagai kekasih, bulan demi bulan berlalu, waktu berlalu, dan mereka mulai mengenali kepribadian masing-masing.Gadis itu semakin mencintai kekasihnya. Tapi kekasihnya semakin berubah. Dia seringkali mengabaikannya dengan alasan-alasan yang sulit diterimanya.
Lambat laun hubungan mereka seolah menjadi beban, tidak mudah menjalaninya, dia ingin juga mengabaikan keberadaan lelaki itu, tapi ikatan mereka sebagai pasangan kekasih tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena sesungguhnya gadis itu memang mencintai kekasihnya.
Gadis itu mencoba bertahan, karena dia memang keras kepala. Dia menciptakan harapan-harapan baik yang lambat laun mematahkan hatinya. Kekasihnya berubah total,dia seperti orang lain. Sikapnya tidak sama, perlahan dia menciptakan jarak di antara mereka. Waktunya dihabiskannya bersama teman-temannya, bersama sahabat perempuannya yang membuat gadis itu sering menangis, mereka jarang bertemu, komunikasi tidak lancar, dan gadis itu merasa ditinggalkan.
Dia sedih, merasa bahwa keberadaanya sudah tidak dianggap. Dan lagi, karena sebuah kejadian yang tidak berbeda dengan kejadian sebelumnya, gadis itu mengungkapkan kecemburuannya.
Ketika mengungkapkan kegamangannya, kekasihnya mengatakan bahwa dia jelas memilih teman-temannya dibanding dirinya, dan gadis keras kepala itu mengerti. Maksud kekasihnya adalah dia jelas memilih sahabatnya itu dibanding dirinya. Kekasihnya mengungkapkan bahwa tujuan mereka tidak sama, mereka berbdea, dan hubungan mereka tidak akan berhasil.
 Gadis itu merasa sangat sakit. Merekapun berpisah. Easy come, easy go.
Tidak lama setelah berpisah, gadis keras kepala itu mengetahui bahwa lelaki yang dulu pernah menjadi kekasihnya akhirnya berpacaran dengan perempuan yang sering dicemburuinya, sahabat lelaki itu.
Terkejut ? Tentu saja. Karena lelaki itu pernah mengatakan bahwa dia telah menganggap sahabatnya itu seperti saudaranya sendiri, dia mengatakan bahwa berpacaran dengan sahabatnya itu tidak mungkin. Itu tidak mungkin.
Tapi akhirnya mereka bersama, bukan sebagai teman tapi kekasih.

Easy come easy go.
Dia yang mudah datang akan begitu mudah meninggalkanmu.
Dari cerita ini aku menyadari bahwa seseorang seringkali datang tiba-tiba dalam kehidupan kita kemudian meninggalkan kita. Gadis itu baru mengenal lelaki itu kemudian memutuskan berpacaran, tidak berapa lama mereka berpisah, gadis itu ditinggalkan karena lelaki itu akhirnya menyadari bahwa tujuan mereka ternyata tidak sama, sementara gadis itu masih belum menyadarinya.
Saat ini, semoga kalian sedang bersama orang yang benar-benar telah kalian kenal, orang yang telah melalui banyak waktu bersama kalian. Bukan orang yang datang tiba-tiba.
Sebaliknya..
Lelaki yang menghancurkan hati gadis keras kepala itu menunjukkan bahwa waktu menunjukkan pada kita sesuatu yang mungkin tidak pernah kita sadari, jatuh cinta pada orang yang telah bertahun-tahun menjadi sahabatnya. 
Semua hanya masalah waktu.
Yang datang dengan mudah akan pergi dengan mudah, tapi yang bersamamu melalui banyak waktu tidak akan meninggalkanmu dengan mudah.
Semua ini tentang waktu.

This entry was posted in

Jumat, September 18, 2015

Begini ya Rasanya Tertimpa Bencana

Biasanya aku cuma melihat berita mengenai bencana alam melalui televisi. Banjir bandang, gunung meletus, tanah longsor dan berbagai bencana alam lainnya. Selama ini aku hanya bisa melihat penderitaan orang-orang yang mengalaminya melalui media sosial, tidak pernah benar-benar merasakan penderitaan mereka.

Aku tidak pernah berpikir bahwa suatu saat aku yang mengalami hal itu. Sampai akhirnya Pontianak tertutup kabut asap. Bulan September mungkin akan menjadi bulan paling panjang bagi warga Pontianak. Semua orang gelisah menunggu kapan kabut asap ini hilang, kapan hujan akan turun, kapan bencana ini berlalu.

Untuk pertama aku mengalami bencana alam, kabut asap yang sesungguhnya disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Keadaan kota gelap tertutup kabut asap, matahari tidak pernah nampak sejak dua minggu terakhir, asap di mana-mana, sekolah-sekolah diliburkan, semua orang mengenakan masker.

Di Puskesmas dan rumah sakit pasien penderita ISPA setiap hari semakin bertambah, dominannya balita dan lansia. Setiap hari aku mengikuti perkembangan berita mengenai asap tebal ini, Kalbar bukan satu-satunya yang tertimpa bencana kabut asap. Di luar sana ada Kalteng, Kalsel, Riau, dan Sumatera.

Udara tercemar, tidak ada satu wilayah pun yang luput dari asap di Pontianak. Penerbangan sempat diistirahatkan selama beberapa hari, banyak orang saling menyalahkan. Ada yang menyalahkan Pemerintah, ada yang menyalahkan pihak perusahaan, ada yang menyalahkan petani. Semuanya saling tuduh penyebab kebakaran hutan.

Aku sendiri saat ini sedang terbaring lemah di kamar, tidak pergi ke kampus karena dadaku sesak. Pilek yang menyerangku semakin parah, keadaannya semakin buruk karena cairan ingusku tidak bisa dikeluarkan. Orang rumah sempat panik, aku tidak diperbolehkan keluar rumah. 

Sekarang keluar rumah seakan sebuah perjuangan hidup, bernapas merupakan hal yang menakutkan. Aroma asap sangat menyengat, seolah ada cairan pekat yang masuk ke rongga pernapasan dan langsung menusuk dada, aku tidak tahu apa cuma aku yang merasakan itu. Dadaku terasa berat setiap kali menghela napas, semakin lama semakin mual. Terasa sesak karena hidung tertutup masker. Ketika mengenakan motor mata terasa perih, setiap dikedipkan mata terasa panas.

Ya Tuhan, semoga bencana ini cepat berlalu. Doa semua orang mungkin saat ini sama. Memohon agar hujan turun secepatnya. Sementara Pemerintah yang telah terlanjur dihujat sibuk menanggulangi bencana orang-orang peduli yang berada di seberang sana sibuk menggalang dana untuk didonasikan bagi daerah-daerah yang tertimpa bencana kabut asap, Pontianak salah satunya.

Banyak gerakan yang bermunculan untuk mengumpulkan dana yang kemudian akan dibelikan masker lalu dikirim ke tiap-tiap daerah yang membutuhkan. Salah satunya adalah komunitas Pecinta Buku yang bertempat di Bandung. Aku sudah hampir dua bulan ini bergabung bersama komunitas berisi orang-orang gemar membaca itu. Dan sangat terharu melihat kepedulian mereka. Saat ini kawan-kawan sedang berusaha menggalang dana untuk korban kabut asap di daerah Sumatera dan Kalimantan. Semoga niat baik ini dilancarkan oleh Tuhan. 

Ternyata begini ya rasanya tertimpa bencana. Rasanya waktu berlalu sangat lambat, menunggu-nunggu kapan hujan turun, setiap pagi bangun dan terburu-buru berlari ke arah jendela. Menatap ke luar dan berharap mendapati kabut asap telah hilang. Setiap hari aku bangun dan berharap kabut asap telah berakhir. Ingin secepatnya September berlalu.

This entry was posted in

Minggu, Agustus 30, 2015

MINI SHOW STAND UP COMEDY PONTIANAK FUN7ASTIC


FUN7ASTIC adalah mini show persembahan dari Stand up Comedy Pontianak.
Mini show ini menampilkan tujuh komika dengan latar belakang yang berbeda. Berbeda suku, agama, usia, dan jenis kelamin. Ada satu komika bersuku Dayak dan ini seolah menjadi angin segar dalam stand up comedy Pontianak. Kemudian ada seorang komika perempuan yang masih muda dan sangat berbakat.
Ini adalah pertunjukkan yang sangat istimewa menurutku, karena untuk pertama kalinya aku melihat seorang komika mengenakan Rosario dan membacakan Injil di panggung.
Paulus Aan, dia adalah seorang guru yang sedang menjajal kemampuannya di panggung stand up comedy, entah karena kecintaannya pada dunia komedi atau karena dia bosan mengajar. Malam ini dia berhasil membuka mini show ini dengan tawa pecah dari penonton. Tawa yang jelas menjadi nyawa bagi para komika yang akan tampil berikutnya, tawa yang menjadi nyawa bagi acara ini.
Dia berhasil mengemas materinya dengan apik, bit-bitnya tentang suku Dayak sangat menghibur dan jauh dari kesan SARA.
Minoritas berhasil diangkatnya ke permukaan, dan dijadikannya kekuatan. Aku terkesima saat dia membacakan salah satu ayat dari injil, bukan karena aku beragama Katolik, tapi karena ini tidak pernah terpikirkan sama sekali olehku. Kemudian penyampaiannya yang menggunakan bahasa Indonesia sangat mempengaruhi seberapa sering tawaku pecah. Karena jujur saja selama ini aku sedikit terganjal dengan bahasa. Bukan tidak mengerti, tapi jelas rasanya berbeda karena aku tidak tinggal di Kota ini sejak kecil. Dan terimakasih Paulus Aan malam ini kamu menyelamatkanku dari siksaan "bete di awal acara". Ini merupakan kali pertama aku menyaksikan pertunjukanmu, dan sangat tidak mengecewakan, lucu banget.
Pandji Pragiwaksono (komika favoritku) mengatakan bahwa Stand up Comedy itu bukan suatu trend, bukan sesuatu yang sesaat tapi Stand up Comedy adalah sebuah pilihan, sebuah pilihan komedi. Orang Indonesia menjadikan Stand up Comedy sebagai pilihan comedy karena sudah terlalu lama disuguhi dengan komedi yang menonjolkan gerakan dan lelucoan belaka, atau teka-teki jenaka. 
Stand up Comedy hadir sebagai sebuah aliran komedi yang baru di Indonesia. Dan eksistensinya tidak diragukan lagi, ini terbukti dengan banyaknya komunitas-komunitas pencinta Stand up Comedy bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk membuktikan bahwa Stand up Comedy bukan suatu trend sesaat makan para komika, para penabur tawa ini perlu dukungan dari masyarakat. Caranya sederhana, dukunglah komika lokal di daerah masing-masing. Ini sebagai bentuk loyalitas kita pada Stand up Comedy. Pada tawa yang merdeka.
Di sini kita bebas tertawa, bebas menertawakan diri sendiri, menertawakan kebodohan tanpa malu-malu, tanpa tersinggung, tanpa takut. 
Berbekal pemahaman tentang Stand up Comedy yang sedikit banyak kudapatkan dari buku Merdeka dalam Bercanda karya Pandji maka aku berkomitmen untuk selalu mendukung keberadaan Stand up Comedy, aksi nyatanya adalah mendukung kegiatan para komik lokal.
Ini bukan kali pertamaku menghadiri event-event dari Stand up Comedy Pontianak. Beberapa kali aku pernah menonton pertunjukan mereka sendirian, tanpa teman, karena aku jomblo. Abaikan itu.
Kali ini aku datang sendiri lagi, setelah diledek seorang teman dari komunitas stand up comedy Pekanbaru. "Mending cari teman dulu deh, nonton stand up comedy sendirian nggak enak loh". Tapi penampilan pertama dari Paulus Aan berhasil membuatku merasa nyaman, bahkan semakin antusias untuk menyaksikan pertunjukan berikutnya dari komika favoritku di komunitas ini.
Haris Rayista, dia adalah jagoanku di stand up comedy Pontianak. Hehe. Sejak 2013 sampai hari ini, aku baru menyadari gayanya di foto nggak berubah-ubah. Selalu mengacungkan salam perdamaian, peace. Salam V; Victoria yang artinya kemennangan, di Indonesia dijadikan jargon partai politik;salam dua jari.
Abaikan.
Jadi sejak pindah ke kota ini dan pertama kali menyaksikan performancenya aku langsung tertarik untuk mengikuti pertunjukan berikutnya. Karena itulah aku selalu meminta foto bareng tiap selesai acara. Dan setelah diperhatikan gaya bang Haris nggak berubah sejak dua tahun yang lalu. Hahaha.
Milikilah seorang jagoan dan selalu dukung mereka. Semoga dua komika lucu ini semakin rajin menulis materi dan semakin sering menjajal kemampuan stand up mereka.
Over all acara FUN7ASTIC sangat menghibur, mengocok perut dan membuatku melupakan lapar.
Semoga stand up comedy Pontianak semakin banyak menghasilkan komika lucu. Yang tidak hanya lucu tapi juga bisa membagikan wawasan mereka pada penikmat stand up comedy.


This entry was posted in

Minggu, Agustus 23, 2015

PAGI YANG SUNYI

Ini mungkin pagi paling kusukai sejak setahun dua bulan aku tinggal di sini.
Pagi tenang tanpa suara televisi yang keras. Pagi hangat tanpa dinginnya jalanan Siantan. Pagi yang segar tanpa debu-debu lantai yang disapu.
Ini pagi terbaik yang kupunya.
Pagi sunyi karena semua orang ke gereja dan hanya aku yang tersisa. Tenang sekali, dan aku sadar betapa ternyata aku merindukan sunyi-sunyi ini.
Sunyi yang waktu itu sengaja ku usir. Betapa ternyata selama ini aku keliru, mengira sunyi itu jahat nyatanya ia adalah teman terbaikku.
Dan pagi ini, ditemani sunyi aku menulis kembali. Aku melakukan hal paling menyenangkan di dunia, dan aku ingin sunyi hadir setiap hari.

Kadang kita sering bosan karena selalu sendirian, merasa jenuh karena melewati hari-hari yang sunyi. Tertawa keras hanya ketika berada di keramaian lalu merasa sepi ketika berada di rumah. 
Aku pernah mengalami itu. Merasa paling terkutuk karena harus mengalami hari-hari sepi karena selalu sendirian di rumah. Menyalakan televisi semalaman hanya untuk membuat suasana kamar ramai, ada yang berisik jadi seolah-olah ada yang menemaniku. 
Aku juga menyalakan lagu keras-keras kadang sampai aku pusing mendengar suara Hayley Williams. Aku berteriak kencang di kamar. Tertawa keras sendirian ketika menonton stand up comedy di kompas TV. Aku juga kesal sendirian ketika sedang sial di kampus atau diteriaki ibu-ibu di jalanan karena membawa motor amburadul. Bahkan menangis sendirian karena rindu keluarga sudah menjadi ritual khususku setiap malam di kamar kecil itu.
Semua bagian rumah ini sudah pernah ku maki. Kadang karena menemukan barang yang ku cari teronggok di sudut ruangan yang padahal sudah kuperiksa tadi tapi tidak kutemukan dan sekarang ketemu ketika aku sudah memeriksanya berkali-kali. Kadang karena aku lupa meletakkan bukuku di mana. Kadang karena aku terantuk di pintu lalu ku maki sepuasnya pintu itu dan ku banting setelahnya.
Ah aku tidak suka sepi dan sunyi atau apa lagi kata yang menggambarkan suasana dan perasaan menyiksa itu.
Sampai akhirnya aku pindah ke sini, bersama bibiku. Dan hidupku tak lagi sama.
Di sini selalu ramai, aku tak pernah sendiri. Tak pernah lagi merasa kesepian sebelum tidur dan disambut sunyi ketika bangun. Mereka sudah jarang menemuiku. Dan aku semakin jarang menulis. Hehe. Karena susah sekali menuliskan sesuatu dari hati dan pikiran ketika suasana selalu ramai, ah kadang bukan hanya ramai tapi meriah. Meriah oleh suara televisi yang keras dan karokean tetangga di sebelah. 
Aku pun mulai bertingkah lagi. Aku mulai merindukan suasana yang dulu. Hiks kalau suasana sepi pasti bisa nulis. Aku sering menggerutu seperti itu.
Kadang aku menulis di dapur, membaca bertumpuk-tumpuk novel di dapur, menjinakkan imajinasiku yang liar di sana. Menyalurkan isi di hati dan pikiranku di meja makan. Ditemani rak-rak piring, gelas-gelas yang tertata rapi, sarbet kotak-kotak yang terlipat, dan rice cooker yang berdampingan dengan laptop.

Ah sekarang aku yang mencari sunyi Dan sepi itu. 
 

Sabtu, Agustus 08, 2015

ANTARA MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) DAN MAHASISWA SALAH JURUSAN

Selamat pagi para mahasiswa salah jurusan. Bagaimana malammu tadi ? apa ada yang mimpi buruk karena berita di televisi lebih horor dari film hantu ?
Akhir-akhir ini pemberitaan di televisi tidak jauh dari berita tentang perekonomian negara ini. Nilai rupiah yang anjlok,harga barang yang semakin naik, sampai tindak kriminal yang meningkat akibat tuntutan hidup.
Hidup mulai terasa tidak asik kalau kita melihat berita, tapi akan kembali asik kalau gebetan kita ngajak ketemuan. Eak.
Bicara mengenai perekonomian negara, ini jelas merupakan sebuah masalah yang butuh penyelesaian secepatnya. Dan sebagi seorang mahasiswa yang salah jurusan dan pemalas maka aku hanya bisa berdoa semoga pemerintah diberi kekuatan untuk menghadapi badai besar ini. Ahhhhkkkkkk jangan baca jangan baca. Itu bercanda. Lupakan.
Jadi gini, akhir tahun ini MEA akan dibuka. Serius ni nggak tau MEA ? Haahhhh ??? Jadi MEA itu adalah singkatan dari Masyarakat Ekonomi Asean, merupakan istilah untuk pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. 
Dibukanya MEA menyebabkan persaingan di dunia kerja semakin meningkat, terutama profesi khusus. Kita tidak hanya bersaing dengan teman sekantor kita tapi juga dengan orang-orang dari negara tetangga. 
Semua orang harus bisa menunjukkan kemampuannya, profesi-profesi khusus seperti dokter, pengacara dan akuntan akan banyak bersaing dengan orang-orang dari luar negeri.
Ini terdengar seperti kabar buruk bagiku.
Aku adalah seorang mahasiswa salah jurusan, tidak tahu skillnya apa, setiap hari berleha-leha di rumah, tidak tahu menahu tentang organisasi kampus apa lagi kegiatan yang bersangkutan dengan itu. 
Aku mulai galau. Sangat galau. Keresahanku ini kemudian kusampaikan pada abangku. Aku menceritakan padanya ketakutanku menjadi seorang sarjana tanpa keahlian, aku tidak ingin jadi seorang pengangguran. Dan dia menanggapinya dengan ejekan "Makanya tiap hari jangan baca novel,jangan waktunya habis buat autis sama gadget".
Aku cemberut. Lalu berpikir. Benar juga ya.
Aku tahu tantangan di dunia kerja akan besar, dan aku ini bukan Nobita yang punya teman seajaib Doraemon. Tidak ada yang bisa membantuku kalau bukan diriku sendiri. Aku harus berbenah.
Meskipun aku salah jurusan bukan berarti aku ini telah gagal, tidak aku tidak gagal. Aku hanya harus lebih serius menekuni jurusan yang telah kupilih (dengan terpaksa). Kalau ingin unggul di dunia kerja maka aku harus jadi tenaga kerja yang handal. Aku harus jadi sumber daya yang diperhitungkan nantinya sehingga aku tidak akan kalah bersaing dengan orang-orang dari luar itu.
Aku sadar bahwa aku punya tanggung jawab pada oranguta dan keluargaku. Aku tidak ingin jadi pengangguran. Sungguh MEA, hari ini kau telah menjernihkan pikiran seorang mahasiswa salah jurusan. Terimakasih (memeluk televisi).
This entry was posted in

Kamis, Agustus 06, 2015

Batu Akik dan meja-meja dadakan di depan gang


Akhir-akhir ini banyak hal menyebalkan yang ku temui di tepi jalan di depan gang rumahku. Salah satunya meja-meja kecil yang sejak Januari lalu mendadak jadi ramai disinggahi orang-orang bermotor dan bermobil ketika sore hari.
Gang kami adalah gang sempit di mana mobil kesusahan masuk, karena itu ketika ada mobil hendak keluar dan motor hendak masuk maka harus diputuskan kendaraan apakah yang lebih dahulu dipersilahkan lewat. Karena itu kerap kali banyak motor berjejer menunggu giliran masuk gang ketika ada mobil hendak keluar.
Semenjak muncul meja-meja dadakan itu suasana di depan gang semakin menyesakkan. Debu jalanan, motor yang diparkir sembarangan, mobil yang berhenti di tepi jalan, semuanya terlihat berantakan. 
Tambah parah sewaktu bulan puasa, sore hari adalah waktu yang paling ku hindari untuk keluar rumah. Suasana di depan gang itu kacau balau. Meja-meja kecil semakin bertambah banyak, batu Akik itu berbaur dengan aneka gorengan, puding, kue lapis dan minuman-minuman segar. 
Sampai hari ini meja-meja kecil itu masih ada, tapi sekarang jumlahnya berkurang. Dan pengunjung sudah tidak seramai yang dulu. Tidak seperti Januari-Februari -Maret - April- Mei dan Juni yang sudah berlalu.
Sekarang sudah memasuki Agustus. bulan kemerdekaan negara ini. Kabar baiknya logo kemerdekaan kita sudah diubah sekarang, angka 70 tidak saling kait mengait atau bersambungan atau apalah pola logo angka kemerdekaan kita sebelumnya. Angka 70 itu sudah didesain dengan gaya yang baru. Aku juga berharap semoga rakyat ini merdeka dari aneka batu Akik itu.
Mungkin tidak akan ada perubahan besar pada negeri ini, tapi setidaknya jika meja-meja di depan gang itu berkurang, keadaan di depan gang lebih tenang, lebih teratur, atau mungkin akan ada hubungan keluarga yang terselamatkan dari pertengkaran antara suami dan istri yang disebabkan berkurangnya jatah uang belanja istri karena suami doyan membeli batu Akik. Aku juga tidak perlu mengumpat dan memaki orang-orang yang tidak kukenal dan mungkin tidak bersalah hanya karena bebatuan warna-warni yang bisa ku jumpai di jari-jari gendut dosenku atau jari-jari kasar para tukang parkir.

Minggu, Agustus 02, 2015

SEBIRU LANGIT PAGI

 
Langit biru, awan luas, cahaya mentari yang hangat. Selamat pagi dunia. 
Selalu ada harapan baru dibalik langit biru. Warna biru yang selalu mengingatkanku untuk mengucap syukur karena pagi masih bisa kujelang. Warna biru yang selalu memberiku semangat dari keputusasaan semalam suntuk, kegelisahaan karena tak berhasil menyelesaikan tumpukan draft di laptop ku, warna biru yang luas, seluas impian-impian yang sampai detik ini kuperjuangkan. Impian yang kadang seolah lenyap seiring tenggelamnya matahari, rencana-rencana yang pupus seiring berlalunya senja, menggiring gelisah lain sepanjang malam yang berakhir dengan jari-jari kaku di keyboard laptop, lalu pikiran kosong pun menari liar memanggil kantuk di subuh buta. Kemudian lelap dalam kehampaan. Dan untungnya, pagi selalu datang, menyapaku dengan birunya yang luas. Lembut. Seolah merengkuhku agar aku bangun dan memulai lagi dari awal, meski kadang yang ku ulangi tak lain adalah kegagalan dan berujung kesia-siaan. Dia selalu menawarkan kelembutannya, dan dengan ikhlas penuh merelakan mimpi-mimpiku ku tuliskan di sana, ya di langit biru itu. Menggantung dan selalu terlihat oleh mataku ketika aku menatap ke atas. Dia tinggi, luas, lembut, dia biru, seperti mimpi-mimpiku.
Selalu ada harapan saat aku menatap biru.
Selalu ada kesempatan ketika aku menjumpai biru.
Biru terang di langit luas. Biru lembut yang selalu menawarkan ketenangan, biru langit tempatku menggantungkan cita-cita, impian, dan semua bagian terkecil dari rencana kehidupanku. Di sana, di langit berwarna biru itu, biru yang selalu datang setiap hari, menyapa ramah di tiap pagiku. Aku tahu, kau akan menjumpaiku besok, lagi dan lagi, setiap hari.

Kamis, Juli 30, 2015

Bukit Saran, Tempat yang Harus Dikunjungi Pendaki di Kalimantan Barat




Akhir-akhir ini wisata alam memang sedang diminati, apalagi semenjak sebuah stasiun tv swasta menayangkan program penjelajahan alam. Sekarang ada banyak acara tv tentang petualangan yang menurut saya punya pengaruh besar terhadap minat masyarakat untuk mengenal wisata alam.

Wisata alam itu bermacam-macam, ada yang mendaki bukit, ada yang melakulan penjelajahan di hutan, bermain arung jeram, ada yang pergi ke pantai, menyelam atau sekadar bermain pasir. Kalimantan menjadi salah satu tujuan liburan orang-orang yang senang petualangan berat. Penjelajahan di hutan untuk menaklukan diri sendiri menjadi alasan kedatangan para turis, Kalimatan memang terkenal dengan hutan belantaranya. Arung jeram di hulu sungai juga menjadi kegiatan yang disenangi.

Tulisan kali ini akan membawa pembaca berpetualang di tengah gagahnya hutan kalimantan, tepatnya adalah Bukit Saran, sebuah bukit yang terletak di Desa Riam, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Salah seorang teman saya mengunjungi tempat ini dan mengabadikannya, hasil jepretannya benar-benar mengagumkan. 

BUKIT SARAN 1741 MDPL



Untuk anak pecinta alam hutan lebat yang masih alami seperti ini adalah surga. Bukit Saran menyajikan panorama hutan tropis yang sangat alami karena memang belum terjamah oleh korporasi.

Pohon-pohonnya tinggi berdiri kokoh dengan cabang yang banyak dan dan daun lebat sehingga membentuk kanopi. Nuansa hijau di mana-mana. Tidak hanya pada dedaunan tapi juga batang-batang dan akar pepohonan yang berwarna hijau karena ditumbuhi lumut.




Perjalanan menuju bukit Saran dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Desa Riam, sekitar 7-8 jam. Lumayan untuk olahraga kan. Yah namanya juga mendaki. Hahaha. Sepanjang perjalanan akan sering dijumpai sungai-sungai kecil seperti ini.




Untuk yang hobby makroan sebaiknya membawa lensa makro saat mendaki bukit Saran karena dijamin pasti akan bertemu serangga-serangga kecil atau kadal yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya. Seperti foto kadal di bawah ini. Foto ini diambil dengan lensa sigma 17-70 karena temanku tidak membawa lensa makro.




Setelah seharian menyusuri jalanan di tengah hutan maka sampailah di puncak bukit Saran. Haaaa inilah dia. Seperti berada tiga meter di bawah langit. Pohon-pohon seolah menyentuh awan. Beginilah hutan tropis di atas bukit.




Beberapa daerah di Kalimantan Barat menawarkan wisata alam yang tidak kalah menarik dengan wisata alam di daerah luar. Hanya saja belum terekspose karena memang masih sedikit yang menjajaki tempat-tempat menarik di Kalbar. Bukit Saran adalah hiburan sekaligus tantangan, dengan berjalan kaki 7-8 jam maka sensasi petualangannya benar-benar super. Meniti batang kayu untuk menyebrangi sungai kecil sampai beristirahat di bawah batu besar merupakan pengalaman menyatu bersama alam, temanku bilang bahkan alam menyediakan rumah untuk kita. 





Dengan melihat foto-foto ekspedisi Bukit Saran dari temanku kerinduanku akan suasana kampung yang hijau dan sejuk sedikit terobati. Yah walaupun tetap ngiri. Hiks. Ekspedisi bukit Saran ini dapat teman-teman lihat di youtube juga loh. Lihat di sini https://www.youtube.com/watch?v=WRyAa8OQBiU 

Dan terimakasih Theofilus Irwan sudah berbagi cerita tentang perjalanannya. Nah untuk teman-teman pecinta alam yang tertantang untuk berpetualang silahkan menjelajahi bukit Saran, untuk teman-teman di Kalbar yang pengen banget foto di puncak, hmmm udah deh nggak usah jauh-jauh, pergi ke Desa Batu di Sintang aja deh, nikmati pemandangan dari puncak bukit Saran.

Semoga wisata alam Kalbar lainnya dapat kita nikmati seperti ini juga ya. Tidak hanya dinikmati oleh pengunjungnya tapi oleh teman-teman yang belum pergi ke sana, jadi siapkan kamera dan berpetualanglah.

Sabtu, Juli 11, 2015

Lirik Lagu Ulangan Matematika by Chandra Liow feat Christian Bong, Anantavinnie, Skinnyindonesian24



Lagu See you again yang dibawakan Wiz Khalifa dan Charlie Puth merupakan salah lagu yang muncul dalam film fast and furious 7 dan lagu ini langsung digandrungi oleh banyak kalangan, di Indonesia sendiri lagu ini merupakan lagu yang paling sering diputar sejak film fast and furious 7 tayang. Banyak orang yang menyukainya, tidak hanya musiknya yang membuat pendengar goyang-goyang kepala sambil merem, suara penyanyinya yang sangat merdu dipadu dengan hentakan beat yang sangat epik juga membuat kita benar-benar hanyut dalam lagu ini. Walaupun nggak ngerti artinya (soalnya nggak paham bahasa inggris) tetap aja lagu ini diputar siang malam sebelum tidur dan sesudah bangun hahaha. Karena lagu ini merupakan lagu yang asik dan semua kalangan menyukainya tidak salah lagi keputusan Chandra Liow dan kawan-kawannya untuk membuat parodi lagu See you again.
Kali ini Chandra Liow berkolaborasi dengan Christian Bong, dia sudah beberapa kali ikut kerjasama dalam proyek Chandra Liow, dengan karakter suara yang lembut Christian Bong memang orang yang tepat untuk membawakan lagu ini. Selain itu Chandra Liow juga bekerjasama dengan Ananta Giovanni dan Skinnyindonesian24. Ini merupkana kolaborasi yang sangat menarik, melibatkan youtuber muda yang sedang naik daun dan memang penuh bakat. Sesuai dengan judulnya "Ulangan Matematika" lagu ini memang menceritakan tentang mata pelajaran Matematika (mata pelajaran horor bagi sebagian siswa) yang sering membuat pusing, ulangannya yang bisa membuat stress dan kepala serasa hampir pecah. Dalam lagu ini, Chandra Liow dan kawan-kawan memang berhasil menggambarkan bagaimana menyebalkannya ulangan matematika. Lagu ini diciptakan untuk pelajar-pelajar yang nggak pernah paham sama mata pelajaran Matematika, untuk kita-kita yang selalu merasa dunia jadi tempat membosankan karena satu pelajaran yaitu matematika. Ini lagu untuk kita teman-teman. hahaha. Untuk kesekian kalinya aku jatuh cinta pada karya Chandra Liow, jatuh cinta juga pada suara Christian Bong dan keahlian Ananta Giovanni dalam mengolah musik dan tidak ketinggalan juga semakin cinta pada dua bersaudara kak Jo dan Dovi. Jadi ini dia lirik lagu Ulangan Matematika karya Chandra Liow. Dan jangan lupa menonton sendiri bagaimana kerennya lagu ini di
https://www.youtube.com/watch?v=dLApA4FxGGc


Ulangan Matematika

(Christian Bong)
Matematika bikin kepala pusing tujuh galaksi bikin galau asli
Waktu latihan easy to get done, waktu ulangan otak jadi sariawan
Otak sariawan..
(Chandra Liow)
Gue elo kita pernah sekolah, dari TK sampai SMA ada pelajaran yang semua sekolah punya
Bagi, kali, kurang, tambah, aljabar sampe logika
PR nya bisa gue kerjain begitu juga PS bisa gue selesaiin
Gue jawab yakin, serasa ngebalikin telapak tangan gue dari atas ke bawah
Tapi waktu ulangan dunia terasa berbeda
Dari PR beda latihannya juga beda
Itulah kenapa gua KZL sama
(Christian Bong)
Matematika..
Bikin kepala pusing tujuh keliling rambut sampai keriting
Waktu latihan easy to get done, waktu ulangan otak jadi sariawan
otak sariawan...

(Skinnyindonesian24)
Bahkan waktu gua di kelas, gua lagi malas, ya gua tidur di kelas
Eh ada panggilan maju ke depan gua bisa jawab itu soal latihan
PR 100 latihan 100, gue sampe putus,
cinta gue putus, gue putus asa
Kagak punya fulus untuk ngedate konser tulus
dipake buat bayar ngeles terus biar ulangan lulus

(Chandra Liow)
Tapi waktu ulangan dunia tersa berbeda,
dari pr beda latihannya juga beda,
itulah kenapa gue KZL sama

(Together)
Ini buat semua anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA, buat kalian yang KZL sama ulangan matematika
all hands up and we slow selow..
(Christian Bong)
Matematika bikin kepala pusing tujuh galaksi bikin galau asli
Waktu latihan easy to get done wktu ulgn otak jd sariawan
otak sariawan...
****
This entry was posted in

Selasa, Juli 07, 2015

Tentang Kata-kata

Aku mencintaimu.
Tidak hanya karena kaulah pembentuk kalimat bahagia yang menyatukan kami, karena kaulah penjelas saat tanda tanya menjadi pengisi ruang di hati kami, karena kaulah penegas untuk sebuah keraguan. 
Kata-kata, bersusun menjadi kalimat. Mengungkapkan perasaan dan pikiran. Menjelma menjadi sebuah ucapan, tulisan, sebagiannya mengendap dan tak terungkapkan.
Tak ada kecintaan yang besar melebihi kecintaanku padamu. Pada setiap penggalanmu, pada kalimat yang terbentuk olehmu, pada buku yang menjadi rumah tertulismu. Aku (dengan kata-kata) sangat amat mencintaimu.

Pontianak, 7 Juli 2015
This entry was posted in

Rabu, Juni 17, 2015

Pernikahan adat suku Dayak Tamambaloh


Di  bawah ini ada video dokumentasi tentang pernikahan suku Dayak Tamambaloh. Karena pernikahannya diadakan di Pontianak jadi perayaannya juga seadanya. Sebenarnya kalau diadakan di kampung suasana tradisionalnya akan lebih terasa. Tapi walaupun diadakan seadanya semoga video ini bisa memberikan gambaran tentang prosesi adat suku Dayak Tamambaloh.

Minggu, Mei 24, 2015

ENGINEERING EXPO 2015 FAKULTAS TEKNIK UNTAN

 
Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak kembali menggelar Engineering Expo pada 23-24 Mei 2015 bertempat di lantai 1 Ahmad Yani Mega Mall. Ini adalah Engineering Expo yang ke-empat kalinya, yang merupakan event tahunan Fakultas Teknik sejak tahun 2012.
Berbagai karya hasil kreativitas mahasiswa Fakultas Teknik ditampilkan, ada robot, maket-maket gedung, sketsa, mesin pengering ikan, mesin pengupas kelapa, wajan holic, dan karya-karya lainnya.
Beberapa dari karya-karya tersebut ada yang pernah diikutsertakan dalam perlombaan tingkat nasional. Ada juga karya-karya mahasiswa Teknik yang telah digunakan oleh masyarakat luas salah satunya alat pengolah air limbah restoran. Alat ini telah digunakan oleh beberapa rumah makan yang ada di Pontianak.

Selain disuguhi dengan karya-karya kreativitas mahasiswa, pengunjung juga diberi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan alat-alat tersebut. Salah satunya mencoba memainkan sebuah game yang dirancang oleh mahasiswa prodi teknik informatika. Kegiatan ini sangat berguna bagi pelajar yang berencana melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik. Ada banyak informasi mengenai program studi yang terdapat di Fakultas ini. Ini adalah kesempatan untuk bertanya dan memperoleh jawaban sepuasnya mengenai fakultas Teknik dan berbagai program studi yang ada di dalamnya.

Ini dia beberapa karya teman-teman dari fakultas Teknik yang ditampilkan di Engineering Expo 2015 


Ini merupakan robot pemadam kebakaran karya mahasiswa teknik prodi Teknik Elektro. Robot ini menggunakan sensor panas.
Masih dari karya mahasiswa teknik elektro. Ini adalah Robot penyedot debu
Sketsa karya mahasiswa teknik arsitektur

Alat pengolah air limbah restoran
Wajan Holic, alat penguat sinyal yang dibuat oleh mahsiswa teknik informatika

Pengunjung juga diajak mengenali jenis-jenis aspal dan melihat alat-alat apa saja yang digunakan para kontraktor untuk bekerja.


Rasanya menyenangkan sekali bisa melihat secara langsung karya-karya kreatif teman-teman dari fakultas teknik. Sangat memotivasi dan menginspirasi, karya-karya mereka menunjukkan bahwa Kalimantan Barat punya generasi-generasi kreatif yang inovatif, Kalimantan Barat punya anak-anak muda yang sanggup untuk bersaing dan bisa dipercaya untuk menghadapi tantangan ke depan. Apa lagi akhir tahun 2015 MEA akan segera dibuka, ini menjadi kesempatan besar untuk kita mengembangkan diri seluas-luasnya. Indonesia memang memerlukan generasi muda yang produktif seperti ini, yang mampu berkarya dan karya-karya tersebut berguna bagi kehidupan masyarakat. Semoga semakin banyak anak-anak muda yang kreatif seperti ini, semakin banyak mahasiswa yang menyadari potensi yang mereka miliki dan berani mengembangkannya. Dan semoga Fakultas Teknik semakin maju.






This entry was posted in

Jumat, Mei 22, 2015

SEJARAH SINGKAT PEKAN GAWAI DAYAK


Gawai Dayak adalah upacara adat sesudah panen yang rutin dilakukan setiap tanggal 20 Mei oleh suku Dayak di Pontianak, Kalimantan Barat. Upacara adat ini merupakan cara untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah.
Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan mayoritas penduduk bersuku Melayu dan Dayak. Suku Dayak merupakan kelompok etnis terbesar di Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang, dan Sekadau, sementara di Kabupaten Kapuas Hulu suku Dayak dan Melayu tersebar merata. Masing-masing suku Dayak yang tersebar di berbagai wilayah ini mempunyai ritual tahunan yang dilaksanakan sesudah panen, sebuah upacara sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya panen dan perlindungan yang diberikan oleh Jubata. Pelaksanaan upacara ini juga di lakukan di daerah masing-masing, dengan nama yang berbeda-beda pula. Ada yang menamainya dengan Gawai, Naik Dango', Maka' Dio', dan Pamole' Beo'. Perayaan ini dilakukan oleh semua penduduk kampung di daerah masing-masing, ritual di pimpin oleh seorang ketua adat atau orang yang ditunjuk untuk memimpin ritual tersebut (biasanya tetua kampung). Orang yang ditunjuk untuk memipin ritual akan berdoa dengan bahasa Dayak dan membaca mantra untuk roh para leluhur, kemudian sesudah berdoa dan membaca mantra dilanjutkan dengan makan bersama. Pada saat perayaan disuguhkan beraneka ragam makanan khas suku Dayak, semua penduduk akan menikmati santapan dengan diiringi tabuhan alat musik tradisional dan akan ada tari-tarian gembira, semua penduduk diperbolehkan menari bersama. Perayaan syukur sesudah panen dilakukan secara bertahap, ada rangkaian upacara yang sangat panjang dan memakan waktu yang lama sekitar tiga bulan, dalam rentang waktu April-Mei-Juni.
Pada tahun 1968 dibentuklah Sekretariat Kesenian Dayak (Sekberkesda) yang salah satu tugasnya adalah menggelar dan mengonsep pelaksanaan pergelaran seni budaya Dayak. Melihat loyalitas masyarakat Dayak yang tinggi pada upacara syukur sesudah panen di daerah masing-masing maka pada tahun itu juga, tepatnya pada 30 Juni 1986 Sekberkesda menyelenggarakan pergelaran kesenian Dayak yang pertama kalinya di Pontianak, yang disebut Gawai Dayak. Kemudian ditetapkanlah tanggal 20 Mei sebagai hari pelaksanaan Gawai Dayak setiap tahunnya.
Gawai Dayak merupakan perayaan acara syukur sesudah panen di tingkat Provinsi, di mana semua suku Dayak dari berbagai daerah berkumpul bersama untuk merayakan upacara ini, ini merupakan perayaan bersama. Beragam perlombaan tradisional dihelat untuk merayakan Gawai Dayak. Pertunjukkan tarian dan nyanyian dari daerah masing-masing diadakan, serta ada pameran barang-barang kebudayaan dan makanan khas tiap-tiap daerah. Ini adalah perayaan meriah yang menyatukan semua masyarakat Dayak. 
Sejak tahun 1986 Gawai Dayak sudah mendapatkan pendanaan dari pemerintah daerah dan bukan hanya sebagai pengembangan budaya sesungguhnya Gawai Dayak juga merupakan sarana pengembangan pariwisata bagi Kalimantan Barat. Gawai Dayak juga merupakan sebuah sarana pengikat hubungan kekeluargaan sesama suku Dayak, sebagai suatu tradisi yang sangat luhur, yang telah dilaksanakan secara turun temurun. Gawai Dayak selalu dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaannya terselenggara berkat kekompakkan masyarakat Dayak khususnya yang berada di Pontianak, kerjasama yang baik dengan masyarakat di daerah Kabupaten menjadikan acara ini sangat hidup, unsur tradisional yang diangkat benar-benar berhasil terlihat. Kemudian dukungan dari pemerintah setempat juga sangat berperan besar dalam pelaksanaan acara tahunan ini. 
Pada tahun 1992 nama Gawai Dayak diubah menjadi Pekan Gawai Dayak, yang artinya perayaan ini dicanangkan untuk dilaksanakan selama sepekan. Selama sepekan perayaan adat ini berlangsung dengan meriah. Sampai saat ini, Pekan Gawai Dayak merupakan sebuah event tahunan yang paling ditunggu-tunggu baik oleh masyarakat Dayak maupun masyarakat umum. Karena perayaan ini bukan hanya sebagai sebuah sarana mempererat hubungan antar suku Dayak tetapi juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat umum dan sebagai upaya untuk tetap melestarikan budaya leluhur.
This entry was posted in

Rabu, Mei 20, 2015

Hal-Hal Menarik di Film Youtubers

Ahaii..
Masih tentang film Youtubers nih. Ampun deh aku suka banget film ini. hihi.
Menurut aku ada berberapa hal menarik yang ada di film ini. Mulai dari keanehan, kegilaan sampai pesan-pesan moral yang bisa kita petik. Apa aja ya. Hmm..


Cerita-cerita di film ini unik banget, banyak adegan yang buat kita ketawa pecah. Ada cerita Andovi sama kakaknya (Kak Jo) ikutan demo terus kakaknya digebukin massa karena dikirain nyium nenek-nenek padahal niatnya membantu. Soalnya nenek itu pingsan karena teriakan kak Jo yang terlalu kencang waktu demo.
Ada juga cerita kak Jo berkelahi sama Rocky di tempat main bowling terus Andovi berkelahi sama Kemal Palevi. Mereka berkelahi sampai masuk koran dan Andovi merasa terharu karena akhirnya ada media masa yang berkenan memuat berita tentang mereka walaupun berita buruk -_-
Penggambaran tokohnya dapeeeet banget.  Endingnya juga nggak buat kecewa. Ah pokoknya ini film yang dibutuhkan remaja cerdas masa ini. hee

Editingnya juga bagus, menonton film ini kayak menonton youtube. duh nggak ngerti pasti kan ? aku nggak tau istilahnya apa. Selain itu yang menarik di film ini ya itu, film ini di dukung pemain-pemain muda yang berbakat dan idola remaja Indonesia. Kumpulan orang muda berbakat yang dimiliki Indonesia. hehe. Makanya nonton buruan

Pesan moralnya sih yang pasti jangan pantang menyerah untuk mewujudkan impian kita. Walaupun diremehkan, ditertawakan, dianggap bodoh, kalau udah niat pasti bisa kok. Jangan mudah menyerah.
Dan pesan moral yang nggak kalah pentingnyaq di film ini adalah kasih sayang kepada saudara. Hiks, Andovi sama ka Jo keren banget pokoknya. Waku liat adegan kak Jo bertengkar sama Andovi aku sempat nangis gitu, ingat sama kakak. Jadi rindu banget, ingat dulu pernah bertengkar. Jadi pengen sama-sama lagi. 

Kalau kalian punya teman yang suka buat video dan up load di youtube tapi yang subscribe sedikit, nah ajak aja nonton film ini. haha kali aja semangatnya jadi bertambah berkali-kali lipat. Atau mungkin dapat ide baru. Intinya ini film yang dipersembahkan untuk remaja-remaja Indonesia, jadi kita sebagai remaja Indonesia, sebagai penikmat karya harus mendukung film ini. Ayo ditonton ayo ayo. Hihiiii.

***

This entry was posted in

Jumat, Mei 08, 2015

Sinopsis Singkat film Youtubers

Ini film Indonesia yang keren di awal Mei. Anak muda Indonesia wajib nonton film ini.
Sebuah film yang disutradarai Kemal Palevi dan Jovial Da Lopez yang menceritakan tentang ambisi seorang mahasiswa semester atas (Jovial Da Lopez) yang dikejar deadline skripsi dan untuk menjadi orang terkenal. Namun keinginannya untuk menjadi terkenal tidak juga tercapai sehingga adiknya (Andovi Da Lopez) nekat meng-upload video-video absurd kakaknya ke channel youtube mereka berdua Skinnyindonesian24. Jovial Da Lopez dan adiknya Andovi Da Lopez adalah Youtuber, Andovi Da Lopez sangat ingin video-video mereka banyak ditonton orang sehingga channel mereka menjadi di kenal masyarakat dan mereka juga menjadi terkenal. Mereka mempunyai saingan yaitu seorang youtuber keturunan arab (Kemal Palevi) yang selalu berhasil mengalahkan jumlah penonton video mereka.
Dibantu oleh dua orang temannya Andovi menjalankan misinya untuk membuat video yang banyak ditonton masyarakat dan menjadikan kakaknya terkenal. Banyak hal aneh dan bodoh yang dilakukan oleh Jovial di upload ke youtube oleh adiknya sehingga jumlah penonton mereka bertambah dan mereka mulai di kenal masyarakat. Tapi pacar Jovial, Alexandra (Anggika Bolsterli) tidak setuju jika Jovi menjadi seorang youtubers apa lagi melihat hal-hal bodoh yang dilakukannya dan menjadi tontonan masyarakat luas. Dia lebih senang jika Jovi fokus pada skripsinya dan segera menyelesaikan kuliahnya. Ini menjadi halangan bagi Andovi untuk membuat video-video baru, kakaknya sangat menyayangi pacarnya sehingga menjadi sulit diajak bekerja sama.Mereka pun terlibat konflik, ditambah lagi dengan persaingan dari Youtuber lainnya channel mereka yang awalnya sudah mulai ditonton banyak orang mulai kurang diminati lagi. 
Inilah yang yang diceritakan film ini, tentang kegigihan seorang youtuber untuk membuat video-video berkelas, yang bisa diterima oleh semua kalangan, dengan dibumbuhi cerita tentang persaingan antar youtuber dan ambisi Jovi untuk menjadi terkenal film ini cukup layak dinyatakan sebagai film yang menginspirasi. Menginspirasi generasi muda Indonesia untuk kreatif terutama yang berkeinginan menjadi seorang Youtuber. Nah bagaimana misi ini berjalan ? apakah mereka berhasil ? silahkan tonton sendiri. hehe

Para Pemain

Para pemain di film ini merupakan generasi-generasi muda Indonesia yang kreatif. Mungkin nama mereka tidak asing lagi, pemeran utamanya adalah kakak beradik Jovial Da Lopez dan Andovi Da Lopez yang merupakan Youtuber populer dengan akun skinnyindonesian24. Akun mereka merupakan salah satu akun youtube yang paling banyak di tonton di Indonesia, Andovi Da Lopez sendiri pernah bermain dalam serial Malam Minggu Miko bersama Raditya Dika di season 2 menggantikan Ryan Adriandhy. 
Pemain berikutnya yang memegang peran penting di film ini adalah Kemal Palevi, dia berperan sebagai saingan Jovi dan Dovi, kemudian ada Ge Pamungkas yang juga memiliki peran sama sebagai rival dari skinnyindonesian24. Mereka berdua adalah stand up coemdy-an. Ge Pamungkas adalah juara satu Stand up Comedy Indonesia musim kedua sedangkan Kemal Palevi adalah juara ketiga di musim itu. Kehadiran stand up comedy-an di film ini jelas memberi nuansa tersendiri. Stand up Comedy sendiri sedang naik daun di Indonesia jadi film ini menjadi sangat ingin ditonton oleh masyarakat banyak. Kelucuan yang diciptakan Kemal dan Ge membuat film ini sangat menghibur. Stand up Comedy-an lainnya adalah seorang senior Ge dan Kemal, yaitu Pandji Pragiwaksono. Beliau adalah seorang Komika sekaligus salah satu penulis buku favoritku, di sini dia berperan sebagai dosen Jovi.
Pacar Jovi diperankan oleh Anggika Bolsterli, dia sendiri merupakan artis Indonesia keturunan Swiss. Pemeran Astrid dalam sinetron putri duyung ini menjadi pacar Jovi yang menuntut agar Jovi menjadi pribadi yang bisa menjaga imagenya. Wajah cantiknya yang bening tidak bosan  untuk di pandang. 
Tokoh terkenal lainnya yang digandeng di film ini adalah Rayi Putra, anggota grup musik Ran. Seperti yang kita ketahui Rayi memang sahabat Dovi, dia sering diajak berkolaborasi oleh Dovi dan Jovi dalam video-video mereka di skinnyindonesian24 dan di sini dia memerankan peran yang sama sebagai teman Dovi dan bertugas membantu Dovi menjalankan misinya. Kemudian teman Dovi yang lainnya diperankan oleh Marlo Ernesto. 
Mama Dovi dan Jovi diperankan oleh Donna Harun, dia merupakan seorang ibu yang gaul, yang sangat mengikuti perkembangan di media sosial.
Selain itu ada beberapa tokoh figuran lainnya yang tidak kalah terkenal. Ada Duo Serigala, Dj Yasmin, kemudian Tyas Mirasih, Agung Hercules, Zaskia Mecca, dan Hanung Bramantyo.

Banjir YouTuber ternama Indonesia

Karena film ini tentang YouTuber maka sudah pasti di sini kita akan melihat kehadiran YouTubers ternama di negeri ini. Kalian pasti tidak asing dengan mereka. Pertemuan dengan YouTubers Indonesia ini yang menjadi bagian favoritku. Rasanya sangat wow melihat orang-orang kreatif yang biasanya hanya bisa di tonton di YouTube berkumpul bersama dan bermain dalam sebuah film. Salah satunya adalah Chandra Liow, aku sangat mengidolainya. Ah kalian stalking sendiri deh dia siapa. Hehe.
Menurutku film Youtubers ini menjadi sebuah moment berkumpul bagi para YouTubers Indonesia dari berbagai jenis. Keren banget. Beneran.

Setelah menonton film ini aku berpikir bahwa seorang YouTuber adalah orang yang bisa masuk dalam daftar orang yang bisa didekati. Hahaha. Pokoknya film ini keren, aku sendiri termotivasi untuk menjadi remaja yang pandai mengembangkan bakat seperti mereka, siapa tau bisa jadi terkenal. Hehe. Totally film ini menghibur, mendidik, memotivasi, dan ini tontonan wajib untuk anak muda Indonesia. 
***