Selasa, Juli 19, 2022

Lagu "Dengar Alam Bernyanyi" Temani Perjalanan Menembus Jantung Kalimantan

Pada suatu siang saat menyusuri Danau Sentarum/ dok.pribadi

Selalu bingung hendak memberi respon apa saat ada teman yang bilang "seru ya kerja lapangan, jalan-jalan terus," karena sebenarnya, kalau terlalu sering di lapangan juga jadi hilang sensasi serunya. hehe. Ibaratkan menyantap menu makanan yang itu-itu saja, meski lezat akan jadi biasa saja. Tapi karena sudah berkomitmen dan ada tanggung jawab yang diemban, sebisa mungkin aku mencari celah agar pekerjaan di lapangan terasa menyenangkan.

Tiga hal sederhana ini ternyata berpengaruh banget untuk mood saat melakukan pekerjaan di lapangan

1. Buku

Si teman setia untuk menunggu. Berbeda dengan gadget yang perlu diisi ulang dayanya, buku adalah benda yang selalu on. Kita bisa kehabisan batrai handphone tapi tidak ada batas penggunaan untuk buku. Jadi aku selalu membekali diriku dengan buku bacaan setiap kali melakukan filed trip. Buku tidak hanya memberi informasi baru, tapi mampu menghadirkan perasaan tenang saat tenggelam di lembarannya.

2. Camilan

 "There ain’t no such thing as wrong food" tulis Sean Stewart. Dan aku sangat setuju itu, no debat. Makanan selalu berhasil mengembalikan mood, jadi aku tak pernah keberatan untuk merepotkan diri membawa camilan kesukaanku yang tidak sedikit jumlahnya.

3. Playlist lagu

Ada sesuatu tentang musik yang tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata. Musik itu ajaib, kekuatannya seperti sihir yang mampu mendorong perasaan kita. Aku memiliki daftar lagu untuk menemani -hampir- semua aktivitasku, misalnya saat bersih-bersih kamar, memasak di dapur, saat mandi, saat menunggu seseorang, atau saat berada dalam sebuah perjalanan. Lagu-lagu ini membuat perasaanku jadi lebih lega, ringan, dan bebas.

"Dengar Alam Bernyanyi" Temani perjalanan menembus Jantung Kalimantan

Suasana sekitar desa penyangga kawasan HoB di lintas timur Kapuas Hulu/ dok.pribadi

Ada satu lagu yang ingin kuceritakan kali ini, sebuah lagu dari Laleilmanino yang menjadi moodboosterku saat melakukan field trip. Untuk membawakan lagu ini, Laleilmanino berkolaborasi dengan beberapa musisi di dunia seni yang punya kepedulian terhadap alam, yaitu Chicco Jerikho, Sheila Dara, dan HIVI!. Judul lagunya adalah Dengar Alam Bernyanyi, lagu ini sering aku dengarkan sejak dirilis tanggal 22 April lalu bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

Aku senang mendengarkannya karena lagu Dengar Alam Bernyanyi memiliki komposisi musik yang ringan, nada-nadanya riang dan liriknya penuh makna. Tempatku bekerja merupakan kawasan penyangga Herat of Borneo, desa yang kami dampingi berada di kawasan Hutan Lindung sehingga secara infrastruktur kondisinya tidak berkembang. Akses jalan sangat menantang, menguras energi dan emosi. Agar mood tetap bagus, aku memilih memutar lagu-lagu favorit setibanya di desa, salah satunya adalah Dengar Alam Bernyanyi.

Liriknya yang ceria mampu menularkan energi positif, aku jadi bersyukur diberi kesempatan untuk datang sejauh ini dan menjadi pendamping di desa ini. Ada banyak asa dan harapan masyarakat untuk sejahtera dari hutan yang mereka jaga.

Mood seketika membaik dan semangat kembali, lirik “Pandanglah indahnya biru yang menjingga. Simpanlah gawaimu hirup dunia. Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada. Dengar alam bernyanyi...," bergema di kepala menemani perjalanan menyusuri Jantung Kalimantan.

Lirik ini seakan mengajak kita untuk keluar, jalan-jalan menikmati alam, menghirup udara segar dan merasakan hangatnya mentari. Kamu juga harus mendengarkan lagu ini ya supaya bisa merasakan sihirnya, lagunya sudah tersedia di semua layanan streaming musik.

Misi Sebuah Lagu



Selain menawarkan musik yang easy listening, lagu Dengar Alam Bernyanyi layak untuk didengarkan karena sebagian royaltinya akan disumbangkan untuk mendukung konservasi dan restorasi hutan adat di Kalimantan. 

Ini mengingatkanku pada pernyataan Victor Hugo tentang musik, "Musik mengekspresikan apa yang tidak dapat diucapkan dan yang tidak mungkin untuk didiamkan," lewat bermusik, musisi-musisi yang terlibat dalam lagu Dengar Alam Bernyanyi mencoba mengajak pendengar untuk meningkatkan kepedulian terhadap ekologi. Hal ini disampaikan dengan ceria, seperti seorang guru yang ramah.

Isu ekologi merupakan isu yang tidak bisa didiamkan saat ini, kita semua sedang menghadapi perubahan iklim. Berbagai upaya mitigasi telah dicanangkan dan sedang diusahakan, tidak ada kata terlambat untuk ikut terlibat. Kita bisa mulai dari hal sederhana yang paling mudah untuk kita lakukan, misalnya dengan menambahkan lagu Dengar Alam Bernyanyi ke dalam playlist lagu dan mulai mendengarkannya sesering mungkin.

Dengan mendengarkan lagu Dengar Alam Bernyanyi, secara tidak langsung kita sudah turut mendukung upaya konservasi dan restorasi di Kalimantan, di mana peranan konservasi dan restorasi sangat penting saat kita bicara tentang isu perubahan iklim. Pokoknya respect deh untuk Laleilmanino. 

Kira-kira begitulah cerita tentang lagu dan perjalanan kali ini. Kalian bisa mengikuti perjalananku untuk memahami isu lingkungan dengan membaca tulisan-tulisanku yang lain. Cek tagar #EcoBloggerSquad #EBS2021 atau klik Lingkungan di bagian menu. Sampai jumpa!

0 komentar:

Posting Komentar